Sebagian menganggapnya kreatif, sementara lainnya menilai hal tersebut berisiko menyesatkan konsumen.
Libatkan UMKM sekitar
Di sisi lain, lapak sarapan tersebut diketahui turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya dalam penyediaan menu.
Hal ini menjadi nilai tambah yang diapresiasi, meski tetap dibayangi polemik soal branding yang digunakan.
Pemilik lapak kembali menegaskan bahwa usahanya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan program makan bergizi gratis dari pemerintah.
“Dan tidak terkait dengan program apa pun,” tegasnya.
Baca Juga: Tragis! Anak di Lahat bunuh dan mutilasi ibu kandung, diduga dipicu uang judi online
Hingga Kamis, 9 April 2026 pukul 19.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 1.538 pengguna Instagram dan terus menuai beragam komentar dari warganet.
Fenomena ini pun menjadi contoh bagaimana strategi branding yang unik bisa menarik perhatian publik, namun di sisi lain juga perlu mempertimbangkan potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.***