Ia menilai pariwisata bukan tujuan utama pembangunan, melainkan efek dari tata kelola wilayah yang baik.
Baca Juga: Bapak-bapak di Sidoarjo viral usai blokir jalan perum, klaim akses pribadi picu protes warga
Jika lingkungan tertata, infrastruktur memadai, dan kebersihan terjaga, maka daya tarik wisata akan tumbuh dengan sendirinya.
“Kalau sawah diurus, sungai bersih, jalan tertata, tanpa promosi pun orang akan datang,” katanya.
Tenaga kerja lokal minim, calo disorot
Selain birokrasi, Dedi juga menyoroti persoalan tenaga kerja di kawasan industri Subang. Ia menemukan bahwa serapan tenaga kerja lokal masih rendah.
“Saya cek, dari 10 pekerja hanya 2 orang Subang,” ujarnya.
Baca Juga: Insiden donat boat di Pantai Ammani, wisatawan terlempar saat manuver di bibir pantai
Ia meminta Dinas Tenaga Kerja segera turun tangan untuk mengidentifikasi masalah tersebut dan menghentikan praktik percaloan tenaga kerja yang mengatasnamakan desa maupun organisasi tertentu.
Bupati akui banyak PR, DPRD siap tindak lanjut
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi mengakui kritik yang disampaikan Gubernur merupakan kondisi nyata yang dihadapi daerahnya saat ini.
“Hari ini Kabupaten Subang banyak PR yang harus kita selesaikan bersama, tidak bisa hanya oleh bupati dan wakil bupati,” ujarnya.
Baca Juga: Kali Blanakan Subang kian tercemar dan dangkal, nelayan terhambat melaut
Sementara itu, Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana Abdurachman menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti berbagai catatan tersebut melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.
“Harus segera ditindaklanjut, koordinasi dengan OPD yang terkait,” katanya.