GENMILENIAL.ID – Kondisi Kali Blanakan di wilayah Pantura Subang, Jawa Barat, kian memprihatinkan akibat pencemaran sampah dan pendangkalan yang semakin parah.
Sungai yang menjadi akses utama nelayan menuju laut tersebut kini dipenuhi tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur yang menghambat aktivitas melaut.
Dari pantauan di lokasi, berbagai jenis sampah terlihat mengapung dan tersangkut di sepanjang aliran sungai.
Kondisi ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Jumlah jemaah haji Subang 2026 capai 543 orang, naik lebih dari dua kali lipat
Sampah hambat perjalanan nelayan
Para nelayan mengaku harus menghadapi berbagai kendala saat melintasi sungai. Sampah yang menyangkut di baling-baling kapal kerap membuat perjalanan terhenti.
Mereka bahkan terpaksa turun langsung ke air untuk membersihkan sampah yang mengganggu mesin kapal.
“Sering banget sampah nyangkut di baling-baling, jadi kita harus berhenti di tengah buat bersihin. Sangat menghambat,” ujar Wardani, nelayan setempat.
Kondisi tersebut membuat waktu tempuh menuju laut menjadi lebih lama dan melelahkan.
Baca Juga: Pemotor tewas tertabrak truk TNI di Jakbar, Kadispenad ungkap kronologi versi TNI AD
Pendangkalan kian parah
Selain sampah, persoalan lain yang tak kalah serius adalah pendangkalan sungai akibat sedimentasi lumpur.
Artikel Terkait
Banjir lumpuhkan aktivitas belajar, puluhan sekolah di Pantura terpaksa alihkan KBM ke daring
DPRD Subang turun ke lokasi banjir Pantura, soroti curah hujan tinggi dan sistem drainase
Banjir meluas di Pantura Subang, Kang Rey pilih ngantor di lokasi dan desak normalisasi sungai
Ketua DPRD Subang tegaskan solusi permanen banjir Pantura, embung 1,2 hektar masuk skema perencanaan
Sosok Tita Andriani: Bank Sampah jadi solusi sampah di Subang, terinspirasi kepedulian KDM
Viral mobil MBG dipakai angkut sampah di Nabire, BGN langsung bekukan operasional SPPG
Sekolah di Subang ini lawan sampah dari hulu, bank sampah dan maggot jadi andalan