“Ketika kami unggah melalui story, ternyata banyak rekan-rekan staf SPPG yang setuju,” tulisnya.
Juknis disebut datang mendadak
Salah satu persoalan yang disoroti adalah munculnya juknis baru ketika bahan baku menu MBG sudah terlanjur dipesan oleh pengelola dapur.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa perubahan aturan itu bahkan datang ketika rencana menu untuk satu pekan sudah disusun.
“Izinkan mitra untuk curhat, kenapa tiba-tiba semalam muncul juknis baru, sementara untuk minggu ini semua menu sudah tersusun rapi dan bahan baku sudah terpesan?” tulis mereka.
Pengelola dapur MBG juga menyoroti kesulitan mencari bahan baku berkualitas dalam waktu singkat, terlebih bahan pangan memiliki masa kedaluwarsa yang perlu diperhatikan.
“Membeli bahan baku sebanyak itu dengan kualitas yang terjamin dengan mendadak, itu sulit. Kami pun harus menyusun ulang menu di jam 00.00 semalam,” lanjut unggahan tersebut.
Harap ada perbaikan koordinasi
Pihak mitra berharap BGN dapat lebih memahami kondisi di lapangan, terutama terkait proses perencanaan menu dan pengadaan bahan baku.
Mereka menilai koordinasi yang lebih baik diperlukan agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal tanpa mengganggu persiapan dapur.
Baca Juga: Bahaya 'perang suci' dalam retorika politik Amerika
“Apakah semua memang harus serba mendadak seperti ini? Sudah beberapa kali seperti ini, mohon atensinya BGN,” tulis mereka.
Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian publik di media sosial dan memicu diskusi mengenai pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.***