Viral curhatan mitra-SPPG di Purworejo yang kecewa soal juknis baru di tengah upaya peningkatan kualitas menu MBG

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:19 WIB
Menyoroti penuturan pihak pengelola dapur MBG di Purworejo, Jawa Tengah terkait juknis yang kerap dibagikan secara mendadak (Instagram.com/@sppg.benerpurworejo)
Menyoroti penuturan pihak pengelola dapur MBG di Purworejo, Jawa Tengah terkait juknis yang kerap dibagikan secara mendadak (Instagram.com/@sppg.benerpurworejo)

GENMILENIAL.ID – Curhatan pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purworejo, Jawa Tengah, viral di media sosial.

Mereka mengeluhkan petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut kerap muncul secara mendadak.

Keluhan tersebut disampaikan oleh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui unggahan di media sosial pada Jumat, 13 Maret 2026.

Dalam unggahan tersebut, pengelola dapur MBG menilai perubahan juknis yang datang tiba-tiba membuat perencanaan menu yang sudah disusun sebelumnya menjadi berantakan.

Baca Juga: Soal kasus teror air keras ke Andrie Yunus, Rocky Gerung hingga Felix Siauw kecam aksi pelaku yang dinilai telah lampaui batas

Setidaknya terdapat dua SPPG di Purworejo yang menyampaikan keluhan serupa, yakni SPPG Kecamatan Bener dan Kecamatan Loano.

“Perintah-perintah berupa petunjuk teknis atau surat edaran sangat amat sering diberikan secara mendadak,” tulis akun Instagram pengelola SPPG Bener Purworejo.

“Mohon bantu pahami dinamika lapangan di bawah sini, terima kasih atensi Bapak/Ibu BGN,” lanjut unggahan tersebut.

Keluhan dari mitra pengelola dapur MBG

Keluhan tersebut awalnya disampaikan oleh pihak mitra atau yayasan yang mengelola dapur MBG di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kronologi Kades Purwasaba diduga dikeroyok massa unjuk rasa, kacamata pecah hingga pakaian dinasnya robek

Dalam unggahan yang sama, mereka menjelaskan bahwa keterbatasan ruang diskusi dengan pihak terkait membuat aspirasi tersebut akhirnya disampaikan melalui akun media sosial resmi SPPG.

“Mohon maaf kami sebagai mitra atau yayasan harus menyampaikan melalui akun official SPPG, karena biasanya untuk zoom bentuknya hanya webinar, bukan ruang diskusi,” tulis mereka.

Unggahan tersebut juga menyebut banyak staf SPPG lain yang memberikan respons serupa setelah keluhan itu dipublikasikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X