news

Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas

Senin, 9 Maret 2026 | 14:52 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun

GENMILENIAL.ID – Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun Yanuardi Syukur menilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran berpotensi memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Yanuardi Syukur dalam wawancara eksklusif dengan GenMilenial.id pada Senin 9 Maret 2026.

Majelis Ahli Iran diketahui telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

Jabatan ini merupakan posisi tertinggi dalam struktur kekuasaan Iran yang memiliki kewenangan menentukan kebijakan strategis negara, termasuk bidang pertahanan, militer, dan keamanan nasional.

Baca Juga: Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah gelar buka bersama 2.000 anak yatim lintas iman di Yogyakarta

Yanuardi Syukur menilai keputusan tersebut memberi sinyal bahwa Iran kemungkinan akan mengambil sikap lebih tegas dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.

“Keputusan ini mengirim pesan bahwa Iran tidak akan memilih jalan kompromi, tetapi cenderung mempertahankan posisi konfrontatif terhadap tekanan eksternal,” ujar Yanuardi Syukur.

Eskalasi militer berpotensi terjadi

Menurut Yanuardi Syukur, situasi geopolitik di Timur Tengah berpotensi semakin memanas setelah pengangkatan Mojtaba Khamenei.

Beberapa laporan media internasional menyebut bahwa Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke Israel setelah kepemimpinan baru diumumkan.

Baca Juga: Viral siswa di Majalengka ngadu ke KDM soal menu MBG, sebut hanya mendapat ubi bakar

Serangan tersebut dinilai sebagai bentuk respons Iran terhadap konflik yang sedang berlangsung dengan Israel serta tekanan politik dari Amerika Serikat.

Dalam pandangan Yanuardi Syukur, kemampuan militer Iran masih memiliki banyak potensi yang belum sepenuhnya diketahui publik, terutama dalam pengembangan teknologi rudal jarak jauh.

“Iran kemungkinan masih menyimpan banyak kejutan terkait teknologi militernya, khususnya dalam pengembangan rudal generasi baru,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini