Mojtaba Khamenei jadi pemimpin Iran, peneliti UI Yanuardi Syukur prediksi konflik Timur Tengah memanas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 9 Maret 2026 | 14:52 WIB
Yanuardi Syukur, peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun
Yanuardi Syukur, peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia sekaligus dosen Antropologi Universitas Khairun

Ia menilai konflik yang terjadi saat ini berpotensi berlangsung dalam waktu lama karena kedua pihak sama-sama menunjukkan sikap keras.

Baca Juga: Viral kritikan warga Purwodadi soal menu MBG Ramadan: Bukan tidak bersyukur, tapi supaya ada pembenahan

Dampak geopolitik dan ekonomi global

Yanuardi Syukur juga menyoroti bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Ketegangan militer di wilayah yang menjadi pusat produksi energi dunia dapat memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan risiko krisis energi global.

Selain itu, sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab mulai menunjukkan perubahan sikap dengan mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan Iran.

Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah militer langsung dari negara-negara tersebut terhadap Iran.

Baca Juga: Sempat bertemu sehari sebelum meninggal, Enzy Storia ungkap momen terakhir bersama Vidi Aldiano

Menurut Yanuardi Syukur, negara-negara Teluk kemungkinan masih mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil langkah lebih jauh, termasuk dampak politik dan keamanan kawasan.

Timur Tengah berpotensi masuk fase ketidakstabilan

Ke depan, peta geopolitik Timur Tengah diperkirakan akan semakin terpolarisasi.

Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei diprediksi akan memperkuat peran Korps Garda Revolusi Islam dalam kebijakan keamanan dan militer negara.

Di sisi lain, negara-negara Teluk yang merasa terancam kemungkinan akan memperdalam kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Kapabilitas rudal Iran dan ancaman nuklir, ini analisis peneliti UI Yanuardi Syukur

“Jika tidak ada ruang kompromi dari kedua kubu, kawasan Timur Tengah kemungkinan akan memasuki fase ketidakstabilan yang berkepanjangan,” kata Yanuardi Syukur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X