Ceramah Cak Nun tahun 2012 soal perang Israel vs Iran kembali viral, singgung AS hingga Arab Saudi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 3 Maret 2026 | 12:31 WIB
Menyoroti penuturan penceramah, Cak Nun yang pernah ungkap analisis tajamnya terkait konflik perang AS-Israel vs Iran (Instagram.com/@realdonaldtrump - YouTube.com/CakNun)
Menyoroti penuturan penceramah, Cak Nun yang pernah ungkap analisis tajamnya terkait konflik perang AS-Israel vs Iran (Instagram.com/@realdonaldtrump - YouTube.com/CakNun)

GENMILENIAL.ID – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran kembali menjadi sorotan publik.

Di tengah eskalasi tersebut, potongan video ceramah Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun pada 2012 mendadak viral di media sosial.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyinggung serangan gabungan negaranya bersama Israel yang disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar gugurnya Khamenei pada Minggu, 1 Maret 2026.

Baca Juga: Curhat WNI asal Gresik di Jerman, Evan Haydar cemas negaranya ikut pusaran perang Israel vs Iran

Konflik kemudian meluas hingga Selasa, 3 Maret 2026, ketika Iran dilaporkan menyasar sektor energi di Arab Saudi dan Qatar yang dinilai terlibat membantu AS dalam pusaran perang Israel melawan Iran.

Di tengah situasi itu, publik kembali mengangkat ceramah lama Cak Nun yang direkam di Masjid Raya Klaten dalam acara bertajuk 'Islam Rahmatan Lil ‘Alamin' pada 22 Oktober 2012.

Singgung serangan ke Iran dan keterlibatan Arab Saudi

Dalam ceramahnya, budayawan asal Jombang, Jawa Timur itu sempat melontarkan prediksi terkait konflik di Timur Tengah.

“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika,” kata Cak Nun dalam rekaman tersebut.

Baca Juga: Terjebak di Dubai, selebgram Tresnany Moonlight ngaku dengar 137 roket Iran terdeteksi di langit UEA

Ia juga menyinggung kemungkinan posisi Arab Saudi dalam konflik tersebut.

“Dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” tambahnya.

Pernyataan itu kini kembali diperbincangkan warganet, seiring dinamika geopolitik yang berkembang dan menyeret banyak negara di kawasan Timur Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X