news

Viral menu MBG di Jogja tuai pujian, dilengkapi label gizi dan harga demi atasi kecemasan warga soal kualitasnya

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:02 WIB
Mengintip menu MBG unik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilengkapi label gizi dan total harganya demi jawab keresahan warga soal kualitasnya (Instagram.com/@pandemictalks)

GENMILENIAL.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah menyita perhatian publik di media sosial.

Sorotan tersebut muncul setelah beredar unggahan yang memperlihatkan paket makanan MBG di wilayah pemerintahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang dilengkapi dengan label kandungan gizi serta rincian harga makanan.

Unggahan itu dibagikan melalui akun Instagram @pandemictalks pada Kamis, 5 Maret 2026.

Baca Juga: Viral diduga menu MBG bumil berisi donat hingga mi instan, warganet pertanyakan kandungan gizinya

Dalam unggahan tersebut terlihat sebuah paket makanan MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat di Yogyakarta disertai label informasi gizi serta total harga paket makanan.

"Patut ditiru daerah lain, MBG Jogja ikuti arahan Sultan HB X, ada label gizi lengkap dan label harga Rp10.000," demikian tertulis dalam unggahan tersebut.

Isu MBG yang dinilai tidak transparan

Belakangan diketahui bahwa penyertaan label gizi dan harga pada paket makanan MBG tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dalam program tersebut.

Baca Juga: Viral siswa SMA di Riau bagikan MBG yang didapatkan: Gimana mau bergizi, isinya seuprit gini

MBG di Yogyakarta disebut mulai mengalami perubahan setelah adanya arahan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang meminta dilakukan evaluasi terhadap menu makanan sekaligus transparansi harga.

Dengan kebijakan tersebut, setiap paket makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat kini dilengkapi dengan label yang memuat rincian harga serta informasi kandungan gizi.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas komposisi makanan yang disajikan kepada para siswa penerima program MBG.

Baca Juga: Safari Ramadan Forum BUMDes Subang bahas strategi penguatan ekonomi desa

Kebijakan ini juga muncul setelah adanya keluhan dari sejumlah orang tua siswa selama Ramadan yang menilai menu MBG kurang memadai serta dinilai belum transparan dalam penyajiannya.

Halaman:

Tags

Terkini