Ia juga mengakui seharusnya tidak keluar rumah, termasuk untuk berolahraga. Keputusan untuk kembali ke rumah, lanjutnya, diambil setelah mendapat teguran dari teman-temannya.
“Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf,” ujarnya.
Baca Juga: KPK mulai petakan celah korupsi MBG, isu mark up bahan baku SPPG jadi sorotan
Ruce menyebut peristiwa tersebut menjadi pelajaran agar lebih bijak dan bertanggung jawab di kemudian hari.
Respons warganet dan tenaga kesehatan
Isu ini turut ditanggapi sejumlah dokter dan tenaga kesehatan di media sosial, di antaranya Dokter Adam Prabata, Dokter Ayman Alatas, serta influencer sekaligus tenaga kesehatan Rizal.
Mereka memberikan edukasi bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular.
Disebutkan, satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada hingga sembilan orang di sekitarnya apabila tidak melakukan isolasi.
Sejumlah warganet juga menyampaikan kekecewaan mereka.
Ada yang menyinggung bahwa anak sekolah yang terkena campak tidak diperbolehkan masuk kelas, sementara orang dewasa justru terlihat berada di ruang publik.
Hingga kini, unggahan tersebut masih menjadi perbincangan luas di media sosial.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran individu untuk tidak beraktivitas di ruang publik saat terinfeksi penyakit menular, demi melindungi kelompok rentan di sekitarnya.***