GENMILENIAL.ID – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi seorang selebgram asal Indonesia yang dilaporkan ditahan otoritas Myanmar.
WNI tersebut diduga terlibat dalam pendanaan kelompok pemberontak di negara yang masih dilanda konflik tersebut.
"Semua warga negara yang berada di daerah konflik wajib untuk dilindungi. Wajib (pemerintah) untuk bisa mengevakuasi," tegas Puan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Juli 2025.
Puan menyatakan bahwa DPR telah menyampaikan permintaan resmi kepada pemerintah agar segera menelusuri keberadaan WNI yang bersangkutan dan memberikan perlindungan maksimal.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan sigap dalam situasi seperti ini, terutama jika menyangkut keselamatan warga negara di wilayah konflik.
“DPR sudah meminta kepada pemerintah untuk kemudian mencari atau melindungi,” ujar Puan.
Isu ini pertama kali disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, dalam rapat kerja bersama Menteri Luar Negeri Sugiono pada Senin, 30 Juni 2025.
Baca Juga: Hamdan ATT tutup usia: Mengenang jejak emas sang legenda dangdut Indonesia
Abraham mengungkapkan bahwa selebgram WNI tersebut ditahan karena diduga mendanai kelompok pemberontak, namun ia menilai tuduhan itu perlu dikaji secara cermat mengingat WNI itu dikenal sebagai pembuat konten di media sosial.
"Dia hanya selebgram suka bikin konten, alangkah baiknya bisa diperjuangkan untuk bisa kembalikan ke Indonesia," kata Abraham.
DPR meminta Kementerian Luar Negeri untuk bergerak cepat menempuh jalur diplomatik, sekaligus memberikan pendampingan hukum bagi WNI yang ditahan.
Perlindungan terhadap warga negara di luar negeri, terutama di zona konflik seperti Myanmar, ditekankan sebagai bagian dari kewajiban konstitusional negara.***
Artikel Terkait
Muncul draf di tengah isu adanya pembahasan RUU Polri, Puan Maharani: Itu bukan surpres resmi
Rencana pertemuan anak-anak Presiden RI dibocorkan Kaesang Pangarep, Puan Maharani sampaikan kemungkinan ini
Telisik Konferensi PUIC yang dihadiri Prabowo-Puan, ruang konsolidasi demi perdamaian di Timur Tengah
Puan Maharani soroti usulan pensiun ASN hingga 70 tahun: Jangan bebani negara
Puan Maharani desak Menkop Budi Arie klarifikasi tuduhan terhadap PDIP soal judi online
Puan Maharani desak pembubaran ormas jika berbau premanisme terkait lahan BMKG
Jaksa beberkan isi WA Harun Masiku ke Hasto, singgung nama Puan hingga Megawati dalam upaya PAW DPR