“Nah, dapat roti, jeruk, kurma. Terus ini ada telur,” ucap siswa tersebut sambil menunjukkan satu per satu isi paket.
Baca Juga: Jadi tersangka asusila anak di Belu NTT, Piche Kota Bantah tuduhan: Saya tidak pernah lakukan itu
Sementara di Kabupaten Tangerang, akun @kabar_rejeg.id membagikan video yang menyebut paket MBG diberikan untuk tiga hari sekaligus.
Dalam video itu terlihat pisang, telur rebus, dan roti dalam jumlah terbatas.
“Ini MBG keponakan saya untuk 3 hari. Pisangnya kecil banget, coba ini 3 hari ada telur rebus, roti. Ini anak-anak bergizi nggak nih anak Indonesia kalau begini?” ujar seorang perempuan dalam video tersebut.
Warganet pertanyakan standar gizi
Beragam komentar warganet membanjiri unggahan-unggahan tersebut. Sebagian mempertanyakan standar gizi MBG dan mekanisme pengawasan di tiap daerah.
Baca Juga: Babak baru polemik awardee LPDP, Tyas dan suami terancam blacklist usai konten ‘Anak Jangan WNI’
“Memang harus dikritisi sampai program ini benar-benar bermanfaat karena banyak celah di setiap daerah,” tulis salah satu akun.
Ada pula yang menilai kondisi serupa terjadi di banyak wilayah, namun tidak semua berani bersuara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak terkait mengenai evaluasi distribusi dan komposisi menu MBG selama Ramadan.***