Baca Juga: Datangi rumah pedagang es jadul, oknum polisi–TNI minta maaf usai tuduh pakai bahan spons
“Kami juga mendorong relokasi warga yang masih bertahan di titik rawan, termasuk yang mengungsi di flyover. Tempat itu tidak layak untuk jangka panjang,” ujar Kang Rey.
Ia menyebut penanganan banjir dilakukan secara gotong royong, melibatkan OPD, BPBD, TNI-Polri, aparat desa, kader Posyandu, hingga relawan masyarakat.
Desak normalisasi sungai, hubungi Gubernur Jabar
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Kang Rey juga menyoroti akar persoalan banjir Pantura.
Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat agar Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul permanen.
Baca Juga: Curhatan Chiki Fawzi, ungkap mendadak dicopot dari petugas haji 2026: Jujur sedih banget
“Pagi tadi saya langsung telepon Pak Gubernur. Kita dorong BBWS segera normalisasi sungai dan bangun tanggul yang layak. Ini harus jadi solusi jangka panjang,” tegasnya.
Imbau warga waspada dan jaga lingkungan
Di akhir pernyataannya, Kang Rey mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan.
“Banjir ini juga akibat kerusakan lingkungan dan sampah. Kami minta masyarakat ikut menjaga alam. DLH juga sudah siaga membersihkan sampah yang terbawa arus,” pungkasnya.***