GENMILENIAL.ID — Proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kelima sejak bencana terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Di tengah upaya penyelamatan yang penuh tantangan, sebuah peristiwa menarik perhatian publik: kemunculan seorang pawang hujan yang berupaya membantu kelancaran pencarian korban.
Cuaca ekstrem menjadi salah satu kendala utama tim SAR gabungan.
Hujan deras yang mengguyur lokasi longsor pada hari keempat pencarian sempat memaksa petugas menghentikan sementara proses evakuasi demi keselamatan personel di lapangan.
Namun di tengah kondisi tersebut, muncul sosok yang akrab disapa Abah, seorang pawang hujan yang melakukan ritual berdasarkan kearifan lokal.
Aksinya terekam dalam video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infobandungbarat pada Rabu 28 Januari 2026.
Aksi pawang hujan di tengah lokasi longsor
Dalam video tersebut, Abah tampak berdiri di dekat gundukan tanah longsor sambil memutar sebuah tongkat di atas kepalanya.
Di sekelilingnya terlihat beberapa botol air mineral yang kemudian disiramkan ke tanah.
Baca Juga: Banjir lumpuhkan aktivitas belajar, puluhan sekolah di Pantura terpaksa alihkan KBM ke daring
“Kun fayakun, bismillah. Lihat, langsung berhenti,” ucap Abah dalam rekaman tersebut.
Aksi tersebut sontak menuai perhatian warganet. Banyak yang menilai langkah itu sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah keterbatasan manusia menghadapi bencana alam.
“Ini bukan soal percaya atau tidak, tapi semoga doa-doa terbaik bisa membantu kelancaran evakuasi,” tulis akun @aderoyani.