AKP Udin menegaskan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai anggota Polri yang hadir di tengah masyarakat, terlebih saat warga sedang tertimpa musibah.
Baca Juga: Dua bulan berlalu, warga Pidie Jaya Aceh ungkap bertahan lapar dan haus selama banjir bandang
“Ini merupakan bentuk kepedulian anggota Polri sebagai pelayan masyarakat, khususnya kepada warga yang sedang mengalami musibah,” ujar AKP Udin.
Ia juga mengingatkan seluruh personel di wilayahnya, khususnya para Bhabinkamtibmas, agar selalu tanggap dan peka terhadap kondisi masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh anggota untuk selalu peduli, tidak memandang siapa pun yang sedang mengalami musibah. Kita harus hadir dan membantu semampu kita,” tegasnya.
Banjir masih rendam sejumlah wilayah
Diketahui, banjir di wilayah Pamanukan masih merendam sejumlah titik, termasuk Desa Mulyasari.
Baca Juga: Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Ketinggian air yang mencapai sekitar 30 sentimeter mengganggu aktivitas warga, termasuk akses keluar-masuk permukiman.
Kehadiran aparat kepolisian yang turut membantu warga di lapangan menjadi bukti nyata peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung masyarakat di saat kondisi darurat.***