“Begitu RKAP disahkan, saya langsung mundur. Tapi sebelum itu, saya sudah meninggalkan catatan penting soal sistem pengadaan yang bisa menghemat 46 persen,” jelasnya.
RUPS dan tata kelola BUMN jadi sorotan
Kesaksian Ahok ini menjadi sorotan publik karena berkaitan dengan dugaan kerugian negara dalam kasus tata kelola minyak mentah yang nilainya mencapai Rp285 triliun.
Baca Juga: Ahok sebut golf jadi tempat negosiasi paling murah saat bersaksi di kasus korupsi minyak
Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti pentingnya konsistensi penerapan tata kelola BUMN, terutama dalam hal transparansi, pengawasan, dan pembatasan kewenangan direksi.
Sidang kasus ini pun dinilai menjadi ujian serius bagi komitmen reformasi BUMN yang selama ini digaungkan pemerintah.***