Ahok sebut golf jadi tempat negosiasi paling murah saat bersaksi di kasus korupsi minyak

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:51 WIB
Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta (Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Instagram.com/@basukibtp - Dok. Pertamina Patra Niaga))
Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta (Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Instagram.com/@basukibtp - Dok. Pertamina Patra Niaga))

GENMILENIAL.ID — Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, Ahok menyebut bahwa lapangan golf merupakan tempat negosiasi paling murah dan sehat, saat dirinya menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam perkara tersebut, tercatat ada sembilan terdakwa, salah satunya Riva Siahaan, mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga: Viral pesepeda diduga diintimidasi oknum driver ojol di Jakarta Pusat, HP nyaris dirampas

Ahok mengaku awalnya tak suka golf

Saat memberikan keterangan sebagai saksi, Ahok dicecar jaksa terkait pengawasan Dewan Komisaris terhadap perilaku direksi, termasuk soal pertemuan yang dilakukan di lapangan golf.

“Oke baik, satu pertanyaan lagi dari saya. Dewan Komisaris itu juga mengawasi soal etika perilaku personal dari direksi maupun?” tanya jaksa.

“Betul,” jawab Ahok singkat.

Jaksa kemudian menyinggung soal kebiasaan pertemuan direksi yang dilakukan sambil bermain golf dengan pihak-pihak berkepentingan.

Baca Juga: Istri Marcel Radhival wafat, dikenang sebagai pendukung setia di balik layar Pesulap Merah

Menanggapi hal itu, Ahok mengaku awalnya sangat membenci golf.

“Ini soal pribadi ya, saya dulu paling benci main golf, Pak. Saya bahkan melarang semua orang Pemda main golf karena kita kerja terlalu banyak,” ujar Ahok.

Namun, pandangannya berubah setelah masuk ke Pertamina.

“Waktu saya masuk Pertamina, saya baru sadar semua orang minyak, dari Amerika, Chevron, Exxon, ngajak main golf terus. Saya malu, Pak, nggak bisa mukul. Akhirnya terpaksa belajar golf supaya bisa menemani mereka,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X