Baca Juga: Gotong royong buka akses dusun terisolir pascabanjir bandang di Purbalingga
Kondisi ini membuat puluhan rumah terendam dan aktivitas warga lumpuh total. Anak-anak, lansia, hingga balita terpaksa mengungsi ke bawah flyover demi keselamatan.
“Ini bukan sekali dua kali. Hampir tiap tahun kami kebanjiran. Sungainya dangkal, air cepat meluap,” ungkap Ahmad, yang merupakan Ketua RT 21, Dusun Jalitri, Desa Mulyasari.
Pemkab siapkan posko, dapur umum, dan layanan kesehatan
Selain menyoroti persoalan normalisasi sungai, Bupati Subang juga memastikan penanganan darurat bagi para pengungsi berjalan maksimal.
Pemerintah daerah telah menyiapkan posko pengungsian, dapur umum, serta layanan kesehatan yang siaga 24 jam.
Baca Juga: Curhatan Keanu Agl mengenang Lula Lahfah: Liburan yang tak terwujud dan pesan terakhir
“Hari ini kita siapkan posko, dapur umum, dan tenaga kesehatan. Dokter kita standby, kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, dan logistik lain sedang kita distribusikan agar masyarakat bisa tertangani dengan baik,” jelas Reynaldy.
Ia berharap pemerintah pusat melalui BBWS segera mengambil langkah konkret agar persoalan banjir tahunan di Pamanukan tidak terus berulang dan menimbulkan penderitaan berkepanjangan bagi warga.***