GENMILENIAL.ID — Beberapa desa di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.
Hujan deras yang mengguyur daerah hulu membawa material dari gunung, termasuk batu dan kayu, hingga menutupi pemukiman warga.
Dusun terisolir, warga dan aparat bergotong royong
Akibat material yang menumpuk, beberapa dusun menjadi terisolir.
Baca Juga: Curhatan Keanu Agl mengenang Lula Lahfah: Liburan yang tak terwujud dan pesan terakhir
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, warga bersama TNI dan Polri bergerak membersihkan jalan di Dusun Bambangan untuk membuka jalur darurat.
“Dari warga dan aparat TNI Polri menuju lokasi pembuatan jalur sementara atau jalur darurat yang bisa diakses untuk menyalurkan bantuan,” dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @purbalingga.hitz pada Minggu, 25 Januari 2026.
“Ada dua dusun di Purbalingga yang terisolir, terutama di Gunung Malang,” tambahnya.
Pemukiman warga penuh batu dan kayu
Video lain menunjukkan kondisi pemukiman di Dusun Bambangan yang tertimbun batu berukuran beragam hingga jalan aspal tak lagi terlihat.
Baca Juga: Banjir bandang terjang Desa Penakir Pemalang, rumah dan jembatan rusak
“Betapa mengerikannya ini, air itu meluap sampai atas sana,” kata perekam video.
Dampak pascabanjir bandang
BPBD mencatat sekitar 500 warga harus mengungsi akibat rumah yang rusak.
Artikel Terkait
Cerita warga Meureudu Pidie Jaya saat banjir datang: Buka pintu, air langsung masuk
Layaknya waterboom, viral anak-anak Bekasi asyik main air di tengah banjir
Tanggul Sungai Cijengkol jebol, puluhan rumah di Ciasem terendam banjir hingga 120 cm
Bak lautan, banjir rendam Perumahan Sukawangi Bekasi hingga setinggi dada orang dewasa
Kapolres Subang turun langsung ke lokasi banjir Ciasem, fokus pemulihan warga dan trauma healing
Banjir kembali rendam Ciasem, kerusakan tanggul jadi sorotan utama
Banjir bandang terjang Desa Penakir Pemalang, rumah dan jembatan rusak