GENMILENIAL.ID — Hampir dua bulan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Tengah pada akhir November 2025, sejumlah wilayah hingga kini masih mengalami keterisolasian akibat akses jalan darat yang belum pulih.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil kebun dan pemulihan pascabencana.
Salah satu wilayah yang masih terdampak adalah Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
Di tengah kondisi keterbatasan akses, warga setempat justru tengah menghadapi panen durian Jamat yang melimpah.
Baca Juga: Pulang dari pesantren, bocah Aceh Tamiang dapati rumahnya sudah hanyut diterjang banjir bandang
Namun, sulitnya jalur transportasi membuat proses pemasaran hasil kebun menjadi perjuangan tersendiri.
Untuk bisa menjual durian ke Kota Takengon, warga terpaksa menempuh jalur ekstrem dengan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer melewati sungai berarus deras dan tebing berbatu.
Menyeberang sungai dan tebing demi bertahan hidup
Sejak jembatan permanen rusak diterjang banjir, sebagian warga Aceh Tengah masih mengandalkan jembatan darurat berupa tali sling untuk menyeberangi sungai.
Selain itu, warga juga harus menyusuri tebing batu di pinggiran sungai demi mencapai desa lain.
Baca Juga: Perkuat kepercayaan publik, Kapolres Subang tegaskan media mitra strategis jaga kamtibmas
Kondisi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @serta_lia_gali.
Dalam video tersebut, tampak seorang warga menggendong karung berisi durian sambil berjalan di bebatuan di tepi sungai.
“Proses pengangkutan durian Jamat. Perjuangan ayah untuk keluarga bahagia,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.