news

Prabowo ingatkan pentingnya swasembada energi dan pangan: Kelapa sawit bisa jadi BBM

Minggu, 7 Desember 2025 | 18:00 WIB
Presiden Prabowo menyinggung soal swasembada pangan dan energi, termasuk keuntungan sawit saat pidato di HUT Partai Golkar (Instagram/presidenrepublikindonesia)

GENMILENIAL.ID — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya Indonesia mampu mandiri dalam pangan dan energi.

Pesan itu ia sampaikan dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-61 Partai Golkar 2025 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut Prabowo, kemandirian energi dan pangan bukan hanya kebutuhan strategis, tetapi bagian dari upaya memastikan Indonesia tidak bergantung pada negara lain, terutama ketika kondisi global penuh ketidakpastian.

Baca Juga: 916 Orang meninggal dalam bencana banjir-longsor Sumatera, BNPB sebut 274 orang masih dalam pencarian

Ia menyinggung bahwa perang yang terjadi di berbagai belahan dunia dapat mengganggu rantai pasokan energi dan komoditas yang selama ini masih diimpor Indonesia.

Kondisi global yang tidak stabil

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi dunia yang tengah diguncang konflik antarnegara.

Ia menyebut ancaman perang di kawasan Eropa dapat berakibat besar bagi Indonesia, termasuk memperlambat impor bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

“Dimana-mana ada perang. Kalau perang berlanjut ke Eropa, dampaknya ke kita juga,” ujarnya.

Baca Juga: Banjir Aceh disebut bak tsunami kedua, lihat lagi gentingnya rapat darurat era SBY saat bencana pertama melanda di 2004

“Makanya saya katakan sejak awal, kita harus swasembada pangan dan energi. Kalau tergantung impor, kita bisa tidak mampu bayar ketika harga BBM melambung," sambungnya.

Selain ancaman harga yang tak stabil, Prabowo juga menilai bahwa transportasi dunia akan terganggu, termasuk jalur logistik yang membawa berbagai komoditas impor ke Indonesia.

Kelapa sawit sebagai sumber energi strategis

Prabowo menyinggung potensi besar kelapa sawit yang dimiliki Indonesia. Meski kerap menuai polemik, ia menilai sawit adalah 'karunia' besar dari Tuhan yang seharusnya dimaksimalkan.

Halaman:

Tags

Terkini