Sebagai bagian dari langkah perbaikan, Kemenkeu memperluas penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai stasiun Bea Cukai.
Teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan ruang manipulasi data, praktik curang, dan interaksi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.
“Sekarang cukup baik kemajuannya, saya pikir tahun depan sudah aman,” kata Purbaya optimistis.
Ia menegaskan bahwa penguatan sistem berbasis AI akan meningkatkan akurasi dan integritas pengawasan di lapangan.
Tantangan pulihkan kepercayaan publik
Kasus gaya hidup pegawai, penanganan barang impor, hingga dugaan penyalahgunaan kewenangan telah memperburuk persepsi publik terhadap Bea Cukai.
Purbaya menyadari bahwa pemulihan reputasi membutuhkan transparansi dan pembenahan struktural jangka panjang.
Baca Juga: Prabowo bentuk Satgas Darurat Jembatan, targetkan 300 ribu jembatan untuk akses pendidikan aman
Ia menekankan bahwa tujuan utama reformasi adalah mengembalikan profesionalisme DJBC sebagai lembaga strategis yang menjaga pintu perdagangan Indonesia.
Reformasi kini berpacu dengan waktu, terutama karena nasib ribuan pegawai dan citra Kemenkeu berada dalam garis pertaruhan.***