news

92 Km jalan dibangun, hibah dipangkas: Kang Rey ungkap alasan ada pihak yang sebut 'Subang gelap'

Sabtu, 22 November 2025 | 23:22 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi tanggapi keras narasi Subang gelap pada puncak HKN ke-61 tingkat Kabupaten Subang pada Sabtu, 22 November 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey menanggapi keras narasi yang menyebut 'Subang sedang gelap'.

Ia menilai isu tersebut lahir dari kelompok kecil yang merasa terganggu oleh kebijakan pengetatan anggaran hibah dan pembenahan tata kelola daerah yang tengah ia jalankan.

Pernyataan tegas itu ia sampaikan usai menghadiri puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kabupaten Subang pada Sabtu, 22 November 2025.

Baca Juga: Insiden pesawat Cessna PT Wise Air di Karawang: Turun dari 5.500 ke 500 kaki dalam hitungan detik

Subang gelap? Gelap itu bagi yang hibahnya dipotong

Kang Rey mengaku heran dengan tudingan yang mengarah pada pemerintahannya.

Ia membalikkan narasi tersebut dengan menyebut bahwa justru ada pihak tertentu yang merasa kehilangan keuntungan.

“Saya bingung juga yang disebut Subang gelap. Apakah saat saya membangun jalan 92 kilometer? Apakah gelap ketika saya memperbaiki ruang kelas yang rusak? Atau ketika saya menaikkan honor petugas kebersihan?” tegasnya.

Menurutnya, narasi negatif muncul dari mereka yang terdampak kebijakan pemotongan anggaran hibah.

Baca Juga: Dicekal karena kasus ijazah Jokowi, Roy Suryo singgung pihak yang khawatir soal ijazah SMA Gibran

“Mungkin bagi mereka gelap karena dana hibahnya saya potong. Atau TGR BPK-nya saya gelontorkan terus. Memang gelap bagi mereka yang hibahnya saya pangkas, atau berat bagi mereka yang saya tagih karena usahanya berdiri di tanah Pemda tapi tidak bayar,” kata Kang Rey.

Koordinasi dengan KPK: Subang bersih, hibah diperketat

Kang Rey juga mengungkapkan pertemuannya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari sebelumnya.

Ia membawa sejumlah persoalan tata kelola daerah, termasuk praktik galian ilegal dan potensi kerugian negara.

Halaman:

Tags

Terkini