Baca Juga: Indonesia jadi tuan rumah FIFA Series 2026, FIFA puji kemajuan sepak bola nasional
“Kemarin saya datang ke KPK, saya sampaikan bahwa Kabupaten Subang hari ini memangkas anggaran hibah dari 90 miliar. Saya alokasikan semua untuk jalan. KPK mendukung, karena hibah itu salah satu tempat terjadinya praktik korupsi terbesar,” ungkapnya.
Bantah bagi-bagi jabatan dan proyek
Isu lain yang ia luruskan adalah tudingan bahwa pemerintahannya bagi-bagi jabatan atau proyek untuk tim sukses. Kang Rey menegaskan ia menerapkan transparansi penuh.
“Kalau saya mau main proyek, paling gampang lewat hibah. Tapi tidak. Saya tidak punya beban ke siapapun. ASN yang ditempatkan hari ini tanpa saya minta apa pun, nol rupiah, nol persen,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya perpanjang pencekalan Roy Suryo dan 7 tersangka lain selama 6 bulan, ini alasannya
Ia bahkan mengajak masyarakat bertanya langsung kepada para ASN.
“Pernah tidak saya meminta uang? Bukan 500 juta, 100 juta, 5 juta, bahkan 500 ribu pun tidak,” tegasnya.
Prioritas utama: Puskesmas kuat dan Subang sehat
Selain fokus pada tata kelola dan infrastruktur, Kang Rey juga menitipkan pesan bagi para tenaga kesehatan.
Ia menargetkan layanan puskesmas di Subang mampu menangani 144 jenis penyakit sesuai standar.
“Saya titip ke seluruh nakes agar terus memberikan pelayanan terbaik. Kita ingin puskesmas berkembang dan pelayanannya meningkat,” ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan fisik, mental, dan pola hidup.
Pembangunan 92 km jalan dikebut hingga Desember
Artikel Terkait
Anggota DPRD Subang usulkan nama jalan Eyang Martayuda dan Bupati Danta Ganda Wikarma
Kang Rey gaspol! Targetkan seluruh jalan Subang ‘leucir’ pada 2027 usai resmikan ruas Cipancar 1,1 km
ESAI: Subang menyala, tak gelap!
Dana transfer dipangkas Rp361 miliar, Subang tetap genjot pembangunan jalan di RAPBD 2026
Langkah berani! Bupati Subang buka APBD ke KPK dan minta pengawasan langsung
Perumda TRS Subang jadi role model nasional: Indramayu datang belajar transformasi digital dan tata kelola
Dekranasda Subang dorong serat daun nanas jadi identitas baru UMKM lokal