“Informasi yang belum jelas harus diluruskan agar tidak menjadi misteri berkepanjangan,” kata Harefa.
Pertanyaan soal etika pimpinan BUMD
Selain kejanggalan soal kronologi, Harefa juga menyoroti isu yang mengemuka di publik: apakah aktivitas golf tersebut dilakukan pada jam kerja.
Ia menilai, sebagai pimpinan perusahaan terbuka, setiap tindakan pejabat publik harus mencerminkan akuntabilitas.
“Sehingga agar tidak menimbulkan pertanyaan terus-menerus dan menjadi misteri, maka harus dilakukan penyelidikan hingga tuntas,” tegasnya.
Baca Juga: Ferry Irwandi soroti vonis Ira Puspadewi: Alarm bahaya kriminalisasi keputusan bisnis BUMN
Dampak pada kepercayaan publik
Minimnya keterangan dari manajemen Bank BJB berpotensi memengaruhi kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.
Sebagai perusahaan terbuka yang diawasi OJK dan tercatat di pasar modal, transparansi dipandang sangat penting.
Harefa menilai penyelidikan resmi tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, tetapi justru membantu meredam spekulasi dan menjaga reputasi perusahaan.
“Penyelidikan resmi bisa memulihkan keyakinan publik,” ujarnya.
Jejak Karier Singkat Yusuf Saadudin
Yusuf Saadudin lahir di Bandung pada 1973. Ia memiliki latar pendidikan ekonomi serta Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Padjadjaran.
Kariernya di Bank BJB terbilang panjang, mulai dari Pemimpin Divisi KPR & KKB, Kepala Kredit Konsumer, Direktur Konsumer & Ritel, hingga akhirnya dipercaya sebagai Dirut definitif pada April 2025.