Tahun 2017 ia memutuskan berhenti dari program tersebut dan mencari kampus yang menerima transfer kredit.
Ia kemudian mendapat rekomendasi menuju Collegium Humanum di Polandia.
Sebelum mendaftar, Arsul memastikan legalitas kampus.
“Saya memeriksa database Kemendikbud dan menemukan Collegium Humanum tercatat. Saya juga menghubungi Kedubes Polandia yang membenarkan status universitas tersebut,” ungkapnya.
Ia resmi terdaftar pada Agustus 2020 dan menyelesaikan disertasi tentang kebijakan kontra-terorisme pada 2022.
“Saya ini termasuk doktor yang lama, jangan ditiru. Mulai 2011 sampai selesai 2022. Jadi 11 tahun.” ujarnya sambil tersenyum.
Wisuda dan legalisasi KBRI
Arsul mengatakan ia menerima ijazah asli saat wisuda di Warsawa, Polandia, pada Maret 2023.
Baca Juga: KPK periksa 10 petinggi travel, babak baru skandal kuota haji: Isyarat calon tersangka makin terang
“Setelah wisuda, ijazah itu saya copy dan dilegalisasi KBRI karena saya mau kembali ke Indonesia,” jelasnya.
Legalisasi tersebut, kata Arsul, menjadi dokumen yang ia pakai saat mengikuti seleksi Hakim MK di DPR.
Menanggapi kontroversi kampus Polandia
Terkait pemberitaan mengenai penyelidikan Collegium Humanum di Polandia, Arsul mengaku tidak tahu-menahu karena peristiwa itu terjadi setelah ia lulus.
“Itu terjadi satu setengah tahun setelah saya selesai studi. Rektornya ditahan karena dugaan suap pejabat. Saya tidak tahu perkembangan selanjutnya,” ujar Arsul.***