“Dia terlihat buruk, suaranya melengking, dia tidak terlalu pintar,” tulisnya.
Menjelang pemungutan suara, Trump masih menyerang Mamdani dan bahkan meminta warga Yahudi New York tidak memilihnya.
“Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang pembenci Yahudi, adalah orang bodoh!” tulisnya, dikutip dari CBS News pada 5 November 2025.
Mamdani balik sindir: 'Keraskan suara perubahan'
Zohran Mamdani, 34 tahun, merupakan Muslim pertama dan wali kota termuda New York dalam satu abad terakhir.
Ia memenangkan pemilu dengan 50,5 persen suara, mengalahkan Andrew Cuomo (independen) dan Curtis Sliwa (Republik).
Menanggapi sindiran Trump, Mamdani justru memberi pernyataan menohok.
“Saya tidak takut pada kritik. Setiap orang bebas menilai tindakan pemerintahan kami," ujarnya.
Dalam pidato kemenangannya, ia menyindir balik Trump tanpa menyebut namanya langsung.
“Mulai sekarang, semoga satu-satunya penyesalan kita adalah bahwa hari ini datangnya begitu lama,” ujarnya.
Baca Juga: Selain dicap ‘kota hantu’, akademisi ungkap dua isu utama yang bikin IKN jadi sorotan media asing
Ia juga menyerukan solidaritas bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan di era Trump.
“Baik Anda imigran, anggota komunitas trans, ibu tunggal, atau siapa pun yang berjuang menurunkan biaya hidup, perjuangan Anda adalah perjuangan kita bersama,” tegasnya.