Zohran Mamdani menang pemilihan Wali Kota New York, sindir balik Trump soal politik gelap Amerika

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 6 November 2025 | 14:16 WIB
Mengintip aksi saling sindir Wali Kota terpilih di New York, Zohran Mamdani dengan Presiden AS, Donald Trump (X.com/@PopCrave)
Mengintip aksi saling sindir Wali Kota terpilih di New York, Zohran Mamdani dengan Presiden AS, Donald Trump (X.com/@PopCrave)

GENMILENIAL.ID — Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, membuka pidato kemenangannya di Brooklyn, Rabu 5 November 2025, dengan kalimat yang langsung menyindir Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

"Turn the volume up," atau "Keraskan volumenya," ujarnya lantang di hadapan ribuan pendukung, seperti dilaporkan The Washington Post pada 6 November 2025. 

Kalimat itu dianggap sebagai tantangan langsung terhadap sindiran-sindiran Trump selama masa kampanye, yang kerap menyinggung Mamdani secara personal.

Baca Juga: KPK tetapkan Gubernur Riau tersangka suap proyek infrastruktur, barang bukti Rp1,6 miliar dari 3 mata uang

“Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya,” kata Mamdani dalam pidatonya.

Ia menegaskan, kemenangannya bukan hanya kemenangan politik, tetapi juga simbol perubahan.

“Di masa kegelapan politik ini, New York akan menjadi cahaya,” ujarnya disambut sorak pendukung.

Trump sebut Mamdani 'komunis gila'

Ketegangan antara Mamdani dan Trump telah berlangsung sejak lama.

Baca Juga: Akademisi NTU beberkan fakta pembiayaan IKN: Rp122 triliun dari APBN sudah terserap habis

CBS News mencatat, sejak Juni 2025 Trump berkali-kali menyerang Mamdani lewat unggahan di media sosialnya, Truth Social.

Dalam salah satu unggahan pada 25 Juni 2025, Trump menulis bahwa Zohran Manfani merupakan seorang komunis gila.

“Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen, baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan,” tulisnya.

Trump bahkan melontarkan serangan pribadi yang dianggap melecehkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X