GENMILENIAL.ID — Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, membuka pidato kemenangannya di Brooklyn, Rabu 5 November 2025, dengan kalimat yang langsung menyindir Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
"Turn the volume up," atau "Keraskan volumenya," ujarnya lantang di hadapan ribuan pendukung, seperti dilaporkan The Washington Post pada 6 November 2025.
Kalimat itu dianggap sebagai tantangan langsung terhadap sindiran-sindiran Trump selama masa kampanye, yang kerap menyinggung Mamdani secara personal.
“Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya,” kata Mamdani dalam pidatonya.
Ia menegaskan, kemenangannya bukan hanya kemenangan politik, tetapi juga simbol perubahan.
“Di masa kegelapan politik ini, New York akan menjadi cahaya,” ujarnya disambut sorak pendukung.
Trump sebut Mamdani 'komunis gila'
Ketegangan antara Mamdani dan Trump telah berlangsung sejak lama.
Baca Juga: Akademisi NTU beberkan fakta pembiayaan IKN: Rp122 triliun dari APBN sudah terserap habis
CBS News mencatat, sejak Juni 2025 Trump berkali-kali menyerang Mamdani lewat unggahan di media sosialnya, Truth Social.
Dalam salah satu unggahan pada 25 Juni 2025, Trump menulis bahwa Zohran Manfani merupakan seorang komunis gila.
“Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen, baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan,” tulisnya.
Trump bahkan melontarkan serangan pribadi yang dianggap melecehkan.
Artikel Terkait
Politikus Muslim Zohran Mamdani unggul di New York, Trump tanggapi dengan cemoohan
Zohran Mamdani ukir sejarah, jadi muslim pertama menang pemilihan Wali Kota New York
Zohran Mamdani resmi jadi cawalkot muslim pertama di New York, kalahkan Cuomo dengan suara telak
Sabotase di PBB? Trump alami eskalator mati, audio tak terdengar saat pidato
5 Poin kritis proposal perdamaian Gaza ala Trump-Netanyahu, dari pemerintahan transisi hingga masa depan Palestina
Trump puji Prabowo di KTT Mesir: Babak baru diplomasi perdamaian Gaza
Trump dan Xi Jinping bertemu di Korsel, sinyal redanya perang dagang AS-China setelah aksi saling balas tarif pelabuhan