Baca Juga: Syahganda Nainggolan: Luka 10 tahun dari Jokowi mulai disembuhkan pemerintahan Prabowo
Namun subsidi itu, menurut Jokowi, bukan kerugian, melainkan bentuk investasi untuk masa depan kota dan masyarakat.
Jokowi akui perubahan perilaku masyarakat butuh waktu
Jokowi mengakui, mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum bukan perkara mudah.
Namun, tren peralihan sudah mulai terlihat.
“MRT sudah mengangkut 171 juta penumpang sejak beroperasi. Kereta cepat Whoosh sampai sekarang sudah 12 juta penumpang. Itu tanda kemajuan,” ungkapnya.
Ia meminta masyarakat untuk tidak sekadar fokus pada beban utang, melainkan melihat manfaat strategis Whoosh dalam menggerakkan ekonomi dan mengurangi kerugian sosial akibat kemacetan.
Dampak ekonomi dari Whoosh: UMKM hingga properti tumbuh
Selain manfaat transportasi, Jokowi juga menyoroti dampak ekonomi dari proyek Whoosh.
Menurutnya, jalur kereta cepat membuka titik-titik ekonomi baru, memunculkan warung, usaha kecil, hingga kawasan wisata.
“Whoosh menumbuhkan ekonomi di sepanjang jalur, meningkatkan sektor UMKM, pariwisata, dan nilai properti di sekitar stasiun,” tandasnya.
Ia optimistis, seiring peningkatan jumlah penumpang dan integrasi transportasi antarwilayah, beban finansial Whoosh akan berangsur turun, dan manfaat ekonominya akan semakin terasa bagi masyarakat luas.***