GENMILENIAL.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti pengelolaan APBD dan pertumbuhan ekonomi daerah yang masih dominan di Pulau Jawa.
Hal itu disampaikan saat rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 20 Oktober 2025, yang juga diikuti para pemimpin daerah secara daring.
“Kalau Pemda tujuannya bukan untuk menabung, tapi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Purbaya.
APBD: Surplus untuk pembangunan, bukan ditahan
Menkeu Purbaya menekankan pentingnya menggunakan anggaran daerah secara produktif.
Ia mencontohkan sejumlah daerah menahan anggaran di akhir tahun atau untuk cadangan, sehingga belanja daerah lambat berputar.
“Harus dihabisin. Kalau kayak Bojonegoro ada Rp3 triliun nggak dipakai, ya makmurkan penduduk di situ,” kata Purbaya.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, target APBD surplus dimaksudkan agar pendapatan daerah lebih besar dari belanja, meminimalkan defisit, dan memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) bila diperlukan.
Baca Juga: Presiden Prabowo beberkan 4 program pendidikan: Dari LPDP hingga pembagian buku ke sekolah
Pertumbuhan ekonomi tak hanya Jawa sentris
Purbaya menekankan, pertumbuhan ekonomi nasional masih Jawa sentris, dengan Pulau Jawa berkontribusi 56,9 persen terhadap ekonomi nasional dan tumbuh 5,2 persen.
“Kalau begini pangsanya tetap 56 persen. Kita harus geser bertahun-tahun, tapi belum berhasil. Ke depan akan kita upayakan penguatan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa,” ujar Purbaya.