news

Sahabat heran Ammar Zoni kembali terjerat narkoba, DPR desak bongkar jaringan di dalam lapas

Minggu, 12 Oktober 2025 | 22:16 WIB
Sahabat Ammar Zoni merasa alasan ekonomi bukan motif utama (Instagram.com/@kejari.jakpus)

GENMILENIAL.ID – Kasus narkoba yang kembali menjerat artis Ammar Zoni menimbulkan keprihatinan publik.

Meski masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, Ammar diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan tembakau sintetis dari balik sel.

Kasus ini kini ditangani Polsek Cempaka Putih, setelah penyidik menemukan adanya aktivitas jual beli narkoba di dalam lapas sejak Januari 2025.

Baca Juga: Ammar Zoni dan lingkaran gelap narkoba: Dari rehabilitasi gagal hingga jadi pengedar di rutan

Sahabat heran Ammar Zoni kembali terjerat narkoba

Sahabat dekat Ammar, Christopher, mengaku terkejut dan kecewa dengan kabar tersebut.

Ia menilai alasan ekonomi tak bisa menjadi pembenaran bagi Ammar untuk terlibat bisnis gelap di balik jeruji.

Menurutnya, Ammar masih memiliki aset bernilai tinggi yang telah dijual untuk persiapan hidup setelah bebas.

“Saya gak tahu, yang jelas Instagram dia sudah laku, saya bantu. Mobil dia dua sudah saya jual, nominalnya juga lebih dari Rp500 juta. Sudah saya transfer juga,” kata Christopher kepada awak media di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat, 10 Oktober 2025.

Baca Juga: Polemik APBN untuk bangun ulang Ponpes Al Khoziny: Menkeu belum terima ajuan, DPR ingatkan risiko kecemburuan sosial

Christopher menambahkan, hasil penjualan aset tersebut sudah diserahkan kepada keluarga Ammar, melalui adiknya, Aditya Zoni.

“Duit itu harusnya dipakai untuk hidup. Bekal untuk nanti keluar, supaya bisa punya pegangan untuk bisa mengais rezeki di dunia entertainment,” ujarnya.

DPR desak sisir jaringan narkoba di dalam lapas

Kasus yang menjerat Ammar Zoni turut menarik perhatian anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo.

Ia menegaskan penegak hukum harus menjadikan kasus ini pintu masuk membongkar jaringan narkoba di lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga: Firnando Ganinduto: Reklamasi BUMN tambang harus nyata, bukan sekadar laporan

Halaman:

Tags

Terkini