news

Proses hukum ambruknya Ponpes Al Khoziny: Bersabar tunggu evakuasi selesai untuk mulai penyidikan

Selasa, 7 Oktober 2025 | 09:02 WIB
Proses hukum terkait kemungkinan tindak pidana akan dilakukan Kepolisian usai evakuasi Ponpes Al Khoziny selesai (Instagram/kantorsar_surabaya)

GENMILENIAL.ID – Ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September 2025 lalu masih menjadi perhatian nasional.

Hingga kini, proses evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan musala masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Dalam pembaruan data terbaru, total terdapat 169 korban, dengan rincian 104 orang selamat dan 65 meninggal dunia.

Baca Juga: Trump desak kesepakatan damai Gaza rampung pekan ini, Hamas tegaskan bukan bagian dari rencana AS

Proses identifikasi korban masih berjalan

Peristiwa memilukan itu terjadi saat para santri tengah menunaikan salat Ashar, sehingga banyak yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur masih terus melakukan proses identifikasi korban.

Proses tersebut berlangsung di dua titik, yakni posko ante mortem di Ponpes Al Khoziny dan posko post mortem di RS Bhayangkara.

“Kami memastikan tim DVI Polda Jawa Timur dan seluruh instansi terkait akan terus bekerja maksimal, cepat, dan hati-hati agar seluruh jenazah korban bisa segera dikenali dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, Senin malam, 6 Oktober 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya siap pangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis jika tak terserap hingga akhir Oktober 2025

17 Korban teridentifikasi, diduga santri

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes M. Khusnan Marzuki, mengungkapkan pihaknya menerima total 59 kantong jenazah, termasuk satu kantong yang berisi bagian tubuh (body part).

“Sampai hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 17 korban dari 59 kantong jenazah yang diterima,” ujar Khusnan.

“Dilihat dari usia dan properti yang digunakan, kami rasa semuanya adalah santri,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini