Proses identifikasi masih menggunakan metode ante mortem dan post mortem, sementara sampel DNA sudah dikirim ke Lab DNA Pusdokkes Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga: Fakta-fakta fenomena bola api di langit Cirebon yang diduga meteor jatuh di Laut Jawa
Polisi fokus evakuasi, belum masuk tahap penyidikan
Menanggapi pertanyaan soal proses hukum, Polda Jawa Timur menegaskan saat ini masih memprioritaskan evakuasi korban bersama tim SAR gabungan.
“Nah, terkait proses penegakan hukum, kami masih menunggu teman-teman SAR selesai. Setelah lokasi sudah clear, baru kami akan melangkah,” ujar Jules Abraham Abast.
Ia menambahkan, kepolisian akan tetap memproses hukum kasus ini, namun meminta publik bersabar karena fokus utama masih pada penyelamatan dan identifikasi korban.
Waktu investigasi tergantung BNPB dan Basarnas
Terkait waktu dimulainya penyidikan, Jules menegaskan hal itu bergantung pada keputusan BNPB dan Basarnas.
“Kalau mereka sudah tidak melakukan kegiatan di lokasi, maka kami sesegera mungkin melakukan upaya hukum,” tegasnya.
“Kami mohon bersabar, karena proses kemanusiaan masih berjalan. Setelah area dinyatakan aman, barulah kami lanjut ke tahap penyidikan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Evakuasi Ponpes Al Khoziny: 66 santri diduga terjebak, Tim SAR lawan medan sempit dan ancaman gempa susulan
Cerita pilu kakak yang sempat selamatkan adiknya, 5 santri tewas akibat reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Tim SAR gunakan alat berat, 10 korban meninggal dunia dalam reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
BNPB: 14 santri tewas, 49 masih hilang dalam tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Kisah haru di balik reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 3 hari bertahan tanpa makan, salat di bawah puing, hingga diamputasi untuk hidup
Evakuasi korban ambruknya Ponpes Al Khoziny diwarnai aksi keluarga terobos puing, BNPB ingatkan bahaya runtuhan ‘pancake’
Presiden Prabowo instruksikan evaluasi nasional usai 49 jenazah ditemukan di reruntuhan Ponpes Al Khoziny