news

Kosongnya stok BBM di SPBU swasta, pengamat soroti perubahan pola masyarakat hingga solusi kolaborasi dengan Pertamina

Senin, 29 September 2025 | 04:13 WIB
Ilustrasi - pengamat menyebut tentang penyebab kekurangan stok BBM di SPBU swasta (Unsplash/mkumbwajr)

“Kuota itu untuk 12 bulan. Jangan dihabiskan 8 bulan, lalu menarasikan pemerintah tidak mendukung,” tegas Bambang.

Baca Juga: Polemik cukai rokok tinggi, pengamat nilai langkah Purbaya penting untuk penyerapan lapangan kerja

Ia menambahkan, pemerintah telah menambah kuota impor 10 persen lebih banyak dibanding 2024, namun tetap habis sebelum akhir tahun.

Kolaborasi dengan Pertamina

Untuk mengatasi kekosongan stok, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertemukan empat perusahaan SPBU swasta, Shell, BP-AKR, ExxonMobil, dan Vivo dengan Pertamina.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, meski jatah impor 110 persen sudah diberikan, kuota tersebut habis lebih awal.

Baca Juga: Terkini kasus keracunan MBG: Pemerintah tutup sementara dapur bermasalah, ahli gizi disiapkan Kemenkes

“Pemerintah membuat keputusan untuk tetap dilayani, tetapi lewat kolaborasi dengan Pertamina,” ujarnya, Jumat, 19 September 2025.

Kesepakatan itu mencakup pembelian base fuel dari Pertamina, pencampuran di masing-masing perusahaan, joint surveyor untuk memastikan kualitas, serta kesepakatan harga yang tidak merugikan semua pihak.***

Halaman:

Tags

Terkini