Ridwan Kamil juga menyebut bahwa memilih waktu pengerjaan harus dilandasi asas maslahat terbesar.
“Bapak mengambil keputusan yang keburukannya paling banyak,” katanya kepada petugas.
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari netizen. Banyak yang mengapresiasi sikap Ridwan Kamil yang tetap menunjukkan keberpihakan pada publik meski tidak lagi menjabat, serta menyerukan perlunya reformasi dalam manajemen transportasi udara nasional.
Insiden ini kembali menjadi alarm penting tentang perlunya koordinasi antara operator bandara, maskapai, dan pengelola proyek untuk meminimalkan gangguan terhadap masyarakat pengguna jasa penerbangan.***