news

Basarnas ungkap keluarga Juliana Marins apresiasi proses evakuasi, difasilitasi Kedubes Brasil

Rabu, 2 Juli 2025 | 02:33 WIB
Basarnas ungkap pihak keluarga telah saling berkomunikasi mengenai proses evakuasi Juliana Marins (Instagram/kantorsar_mataram)

GENMILENIAL.ID – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pihak keluarga Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani, telah memberikan apresiasi atas upaya evakuasi yang dilakukan tim SAR.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diunggah akun resmi SAR Mataram pada Jumat, 27 Juni 2025.

Syafii mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan keluarga korban yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Brasil di Indonesia.

Baca Juga: Titah Prabowo: Polisi harus turun ke rakyat dan rasakan penderitaan warga

“Difasilitasi oleh pihak embassy atau kedutaan, kita sampaikan mulai dari kegiatan yang dilaksanakan, kemudian kita presentasikan tahapan-tahapan kegiatan sebagai tanggapan moral dari pemerintahan terhadap korban warga negara asing tersebut,” ujar Syafii.

Ia menambahkan, meskipun sebelumnya sempat muncul kritik terkait lambannya proses evakuasi, keluarga korban dapat memahami kondisi dan keterbatasan yang dihadapi tim SAR di lapangan, terutama terkait hambatan cuaca yang menghalangi penggunaan helikopter.

“Dari pihak keluarga, Alhamdulillah menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah dilakukan dan operasi yang kita laksanakan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kejagung periksa Google terkait kasus korupsi laptop Chromebook Kemendikbud

“Pihak keluarga bisa sangat menerima situasi dan kondisi yang dihadapi karena memang tidak selamanya sama dari apa yang diperkirakan oleh masyarakat yang tidak tahu persis apa yang terjadi di sini,” jelas Syafii.

Diketahui, Juliana Marins terjatuh ke jurang di sekitar kawasan Cemara Nunggal, Gunung Rinjani, pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Proses evakuasi berlangsung selama empat hari dan tubuh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR pada Rabu, 25 Juni 2025.***

 

Tags

Terkini