GENMILENIAL.ID – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajarannya setelah terungkapnya kasus dugaan suap proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut) yang menyeret sejumlah pejabat Kementerian PUPR dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Menanggapi OTT KPK ini, mungkin mulai minggu depan, atas restu Pak Presiden RI, kami harus mulai mengevaluasi seluruh jajaran Kementerian PU dari mulai eselon I sampai PPK,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 28 Juni 2025.
Ia menegaskan langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Seskab Teddy tinjau progres sekolah rakyat, berdialog dengan orang tua calon siswa
“Agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” imbuhnya.
Ajak pejabat hadirkan nilai moral
Dalam pernyataannya, Menteri Dody juga mengingatkan seluruh pejabat negara untuk selalu menanamkan nilai moral dalam menjalankan tugas.
“Saya sudah menginfokan beberapa kali, tolong selalu hadirkan Tuhan di hati semua penyelenggara negara,” tegasnya.
KPK tetapkan 5 tersangka suap proyek jalan di Sumut
Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pembangunan dan preservasi jalan senilai Rp231,8 miliar di wilayah Sumatera Utara.
Baca Juga: Hotman Paris tunjukkan surat panggilan jadi saksi kasus Razman Nasution: Bakal ada tersangka
Kelima tersangka tersebut terdiri dari Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumut, Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumut, anggota Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut, serta dua pihak swasta, yaitu Direktur Utama PT DNG dan Direktur PT RN.
OTT dilakukan KPK pada Kamis malam, 26 Juni 2025, di Mandailing Natal, Sumut.
Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita uang tunai yang diduga bagian dari suap.***