GENMILENIAL.ID - Patroli gabungan Polsek Subang bersama TNI, Satpol PP, dan perwakilan guru dari SMKN 1 Subang kembali digelar pada Sabtu malam, 14 Juni 2025.
Kegiatan ini menyisir sejumlah titik keramaian di wilayah Subang Kota, sebagai bagian dari penerapan jam malam bagi peserta didik sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Barat.
Kapolsek Subang, AKP Endang Suganda menyampaikan bahwa patroli dilakukan dengan menyambangi sejumlah tempat tongkrongan seperti warung pinggir jalan, Alun-alun Subang, dan Kafe Warjo.
Baca Juga: Pemilik usaha diminta pasang spanduk jam malam, Polsek Subang lakukan pengecekan
Fokus kegiatan adalah pemeriksaan identitas dan pendataan terhadap pelajar yang masih berada di luar rumah setelah pukul 21.00 WIB.
“Tadi kita menemukan anak sekolah yang masih di bangku SMP dan SMA. Kita lakukan pendataan: nama, alamat, dan sekolahnya. Ini kita data untuk antisipasi ke depan apabila nanti diminta data anak-anak sekolah yang akan dibawa ke barak,” ujar Kapolsek.
Menurut AKP Endang, langkah pendataan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang pembatasan aktivitas malam bagi peserta didik.
Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada tindakan fisik yang dilakukan, melainkan hanya pencatatan sebagai langkah antisipatif.
Baca Juga: China bebaskan visa transit 10 hari untuk WNI, bisa untuk traveling hingga bisnis
“Sementara ini kita tidak lakukan tindakan, hanya pencatatan anak-anak yang melanggar jam malam. Tapi kalau nanti ada kebijakan lanjutan, seperti pembinaan khusus di barak oleh pihak terkait, datanya sudah kita siapkan,” jelasnya.
Patroli juga melibatkan partisipasi aktif dari pihak sekolah. SMKN 1 Subang menjadi salah satu sekolah yang rutin bergabung dalam kegiatan ini.
“Tadi SMKN 1 Subang ikut bergabung dengan kita. Memang ada himbauan agar pelaksanaan patroli ini bukan hanya dari TNI, Polri, dan Satpol PP, tapi juga diharapkan guru-guru ikut memantau keberadaan anak didiknya,” kata Kapolsek.
Ia mengapresiasi keterlibatan pihak sekolah yang secara rutin mengerahkan guru untuk piket malam, berkoordinasi dengan aparat untuk menjaga ketertiban.
Baca Juga: KPK selidiki dugaan korupsi Rp1,2 triliun dana Gubernur Papua untuk pembelian private jet