Nile Gardiner mengatakan kalau permintaan untuk membuka file tersebut sebagai bagian dari transparansi pada hukum.
Selain itu juga menuntut bahwa semua orang memiliki kesetaraan di mata hukum.
Baca Juga: Jepang diperkirakan hanya ada satu anak di masa depan, apa yang sedang terjadi?
“Saya akan mendesak presiden untuk merilis catatan imigrasi Pangeran Harry,” kata Nile pada The New York Post.
“Ini penting karena ini masalah supremasi hukum, transparansi, dan akuntabilitas karena tidak seorang pun boleh berada di atas hukum,” imbuhnya.
Permintaan memeriksa visa Pangeran Harry ini bukan hanya sekali pernah dilakukan oleh The Heritage Foundation.
Pada Februari lalu, mereka telah mengajukan gugatan Freedom of Information Act (FOIA) untuk mengakses catatan visa Harry dan menentukan apakah dia membuat pernyataan palsu tentang penggunaan narkoba.
Kemudian pada Oktober, pengacara The Heritage Foundation, Samuel Dewey mengajukan mosi lain terkait pembukaan file visa.
Permintaan tersebut dilakukan dengan alasan akan membantu masyarakat lebih memahami bagaimana departemen terkait bersikap dan bagaimana para pejabatnya menerapkan kebijaksanaan.
The Heritage Foundation berkaca pada pernyataan Trump saat kampanye
Saat pencalonan di masa kampanye pada Maret tahun lalu, Trump berjanji untuk mengambil tindakan jika ada klaim palsu yang ditemukan dalam dokumen imigrasi Harry.
“Jika mereka tahu sesuatu tentang obat-obatan dan dia berbohong, mereka harus mengambil tindakan yang tepat,” ucap Trump.
Baca Juga: Diduga tabrak tukang bubur, pengemudi diamuk massa hingga bebek belur dan kendaraanya rusak parah
“Donald Trump sedang memasuki era baru penegakan kontrol perbatasan yang ketat dan Pangeran Harry harus dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya karena dia telah mengakui penggunaan narkoba ilegal secara ekstensif,” kata Nile Gardiner.