news

Banyak iklan judol di Meta akibat tak ada regulasi aturan sosmed dari pemerintah: Tegur wadahnya, tegur Meta!

Senin, 13 Januari 2025 | 18:17 WIB
Ilustrasi judi online (freepik)

GENMILENIAL.ID - Di era teknologi yang semakin maju ini, judi online (judol) menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan.

Maraknya kasus kriminal hingga percobaan terhadap bunuh diri dalam berbagai pemberitaan tak lepas dari kerugian finansial akibat judol.

Dalam konferensi pers Capaian Desk Pemberantasan Perjudian Daring, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan mengatakan bahwa mayoritas dari pelaku judol adalah masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Bahkan, Budi menyebut dari data Kementerian Komdigi selama tahun 2024 lalu transaksi judol di Indonesia menyentuh angka Rp900 triliun, hal ini menunjukan bahwa tingkat kecanduan pada judol cukup tinggi.

Baca Juga: Pernyataan Kluivert soal target Piala Dunia 2026 dari pecinta sepak bola tanah air: Saya orang yang sangat menyukai tantangan

“Bapak Presiden dalam beberapa kesempatan menyampaikan perputaran judi online di Indonesia telah mencapai kurang lebih Rp900 triliun di tahun 2024,” kata Budi Gunawan pada awak media di di Kementerian Komdigi Jakarta pada bulan November 2024 lalu.

Lanjut Budi, selain jumlah fantastis transaksi judol, jumlah para pemain judol pada tahun 2024 yang lalu ada sekitar 8,8 juta orang.

Banyak muncul iklan judol di Meta dan pengguna tak sadar jadi target!

Sosial media yang biasa dipakai masyarakat sebagian besar dikelola oleh Meta dan iklan judol lolos dalam berbagai platform.

Iklan di Meta sesuai dengan target audience platform sosial media yang digunakan.

Baca Juga: Salut ke pemain lokal Timnas Indonesia, Kluivert janjikan regenerasi skuad Garuda hingga bakal disegani negara top di Asia!

Dijelaskan oleh konten kreator dengan akun @sepiahara_, pengguna sosial media dari Meta bisa tidak sadar telah masuk sebagai target audience untuk iklan judol.

“Setelah running iklan, mereka akan mengelompokkan orang-orang yang pernah klik atau nonton itu kemudian retargeting terus-menerus,” ujarnya.

Iklan judol ini sering ditempel pada video singkat yang viral atau lucu, membuat pengguna sosial media tak menyadari sedang menonton iklan judi.

Halaman:

Tags

Terkini