Namun, hingga informasi yang diberitakan pada 15 Oktober 2026, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti korban terjatuh.
Baca Juga: Petaka antrean BBM di Bali: Mobil Chery hantam puluhan motor, polisi bergerak usut tuntas
Dugaan mengenai kecelakaan maupun kemungkinan adanya unsur kelalaian masih harus didalami berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.
Keselamatan anak di area balkon perlu diperhatikan
Peristiwa yang menimpa RK menjadi pengingat pentingnya memastikan keamanan anak ketika berada di bangunan bertingkat, termasuk hotel yang memiliki balkon atau akses menuju area terbuka.
Pintu balkon yang dapat dibuka anak tanpa pengawasan berpotensi menimbulkan risiko, terutama jika akses tersebut berada di lantai tinggi.
Karena itu, orang tua perlu memastikan pintu dan akses menuju balkon tetap aman serta tidak mudah dijangkau anak kecil.
Pengelola penginapan juga perlu memperhatikan aspek keselamatan pada fasilitas kamar, termasuk akses balkon dan pagar pembatas.
Pemeriksaan fasilitas secara berkala menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Meski demikian, penyebab pasti insiden di Hotel Mesra Samarinda masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Penentuan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun tanggung jawab pihak tertentu harus didasarkan pada bukti yang ditemukan selama proses pemeriksaan.***
Artikel Terkait
Aksi nekat ayah di Bandung: Sekap 3 balita hingga diduga hendak bakar rumah sendiri
Pilu balita 2 tahun di Padang dianiaya ayah kandung, alami luka air panas hingga bekas gigitan
Rekonstruksi kasus daycare Little Aresha ungkap fakta miris, pengasuh ikat balita atas perintah ketua yayasan
Bekas luka di tubuh balita jadi bukti dugaan aniaya ibu tiri asal Bekasi: Bermula sakit hati, berujung masuk bui
Kronologi balita tewas tertabrak mobil oknum polisi di Bone: Berniat nonton pawai, namun berujung duka
Viral kasus aniaya balita 2 tahun oleh pengasuhnya di Palembang, kini pelaku dibekuk polisi
Kemenkes: 40 Ribu balita di wilayah terdampak karhutla terkena ISPA