GENMILENIAL.ID – Potensi banjir rob mengintai sejumlah kawasan pesisir Jawa Timur pada 4–10 Oktober 2026.
BMKG Maritim Tanjung Perak meminta masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan muka air laut.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi pesisir Surabaya Barat serta kawasan Gresik, Lamongan, dan Tuban.
Kawasan dengan elevasi rendah berpotensi mengalami genangan ketika muka air laut mengalami kenaikan.
Baca Juga: Tim SERBU Presisi Polres Subang amankan 8 remaja dalam patroli dini hari
Potensi rob berkaitan dengan kondisi pasang surut air laut yang dapat mengalami peningkatan selama periode tersebut.
Kondisi ini perlu diperhatikan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir.
Pasang maksimum capai 130–150 sentimeter
Berdasarkan informasi BMKG, pasang maksimum selama periode 4–10 Oktober diprakirakan mencapai sekitar 130–150 sentimeter.
Ketinggian tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko genangan di wilayah pesisir.
Baca Juga: DPR ungkap dugaan jual beli sel, sebut Lapas Cibinong punya 'President Suite'
Pasang maksimum diprakirakan terjadi sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.
Waktu tersebut perlu menjadi perhatian karena bertepatan dengan aktivitas masyarakat pada malam hari di sejumlah kawasan pesisir.
Kenaikan muka air laut dapat menyebabkan genangan, terutama di kawasan pesisir yang memiliki elevasi rendah.
Artikel Terkait
Cegah banjir rob, PT Dahana berikan bantuan tanggul penahan ombak di Desa Legonkulon
Waspada pasang puncak! BPBD DKI imbau warga pesisir siaga hadapi rob hingga 29 Juni
Waspada banjir rob ancam pesisir Jakarta hingga 13 Juli, BPBD: Dipicu pasang laut dan bulan purnama
Isu rob dan penurunan tanah jadi sorotan, Kang Rey hadiri Kick Off Meeting perlindungan Pantura
Banjir bandang terjang Solok, kawasan kantor Bupati penuh lumpur hingga kayu
Duka banjir bandang di Solok: 2 Korban dilaporkan hilang, rumah hingga fasum porak-poranda
Ramai kekecewaan manajer Kopdes Merah Putih ditempatkan jauh dari domisili, akun medsos Simkopdes dan Agrinas Pangan banjir keluhan