Pemilik akun TikTok dan YouTube @takimofficial08 mengirimkan pesan permohonan maaf secara langsung kepada AS.
"Saya hanya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak yang pernah saya ajak ikut dalam konten boneka," kata pelaku dalam unggahan YouTube @takimofficial08 pada Selasa 22 September 2026.
Baca Juga: Pilkades Subang 2026, polisi ungkap dinamika dukungan bakal calon mulai terlihat di desa
"Dengan kesadaran penuh dan ketulusan, saya benar-benar ingin meminta maaf kepada semua pihak dan terutama kepada kakak yang merasa terganggu dan saya rugikan bahkan lecehkan," tambahnya.
Dalam klarifikasinya, pembuat konten tersebut juga menyatakan kejadian itu menjadi teguran baginya. Ia berjanji tidak kembali membuat konten dengan konsep serupa.
"Saya juga berkomitmen untuk tidak mengulangi konsep konten seperti itu ke depannya," ujarnya.
"Sekali lagi, saya dengan sadar dan tulus memohon maaf kepada kakak dan semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," tandasnya.
Baca Juga: Banjir bandang terjang Solok, kawasan kantor Bupati penuh lumpur hingga kayu
Sementara itu, Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Tunjungan tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ajakan orang tidak dikenal yang berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan atau pelecehan seksual di ruang publik.***
Artikel Terkait
Korban pelecehan seksual mencapai ratusan, dokter Iril mengincar ibu hamil trimester 2 dan 3
Miris! bocah 11 tahun diduga jadi korban pelecehan seksual pegawai minimarket, terbongkar dari cara jalan korban
Viralkan oknum Polrestabes Surabaya yang diduga minta uang saat proses pengembalian barbuk kecelakaan, polisi janji bakal usut: Tak ada toleransi
Kronologi viral aduan warga kena pungli polisi saat ambil motor di Surabaya: Diminta Rp1 juta hingga sanksi demosi untuk oknum
Mobil belum diterima meski konsumen sudah bayar lunas, Wuling akui ada pelanggaran SOP di kasus dealer Surabaya
Jejak biadab dugaan santriwati alami pelecehan di Ponpes Sleman, dari rudapaksa hingga hamil
Kronologi kasus pelecehan siswi di SMA Kulon Progo DIY: Terekam CCTV, pelakunya diduga satpam