Viral dugaan pelecehan berkedok konten boneka di Surabaya, korban akhirnya speak up lewat medsos

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 23 September 2026 | 02:42 WIB
Ilustrasi - menyoroti viralnya kasus dugaan pelecehan dengan modus ajakan main konten boneka di Surabaya, Jawa Timur (Unsplash.com/Luwadlin Bosman)
Ilustrasi - menyoroti viralnya kasus dugaan pelecehan dengan modus ajakan main konten boneka di Surabaya, Jawa Timur (Unsplash.com/Luwadlin Bosman)

Pemilik akun TikTok dan YouTube @takimofficial08 mengirimkan pesan permohonan maaf secara langsung kepada AS.

"Saya hanya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak yang pernah saya ajak ikut dalam konten boneka," kata pelaku dalam unggahan YouTube @takimofficial08 pada Selasa 22 September 2026. 

Baca Juga: Pilkades Subang 2026, polisi ungkap dinamika dukungan bakal calon mulai terlihat di desa

"Dengan kesadaran penuh dan ketulusan, saya benar-benar ingin meminta maaf kepada semua pihak dan terutama kepada kakak yang merasa terganggu dan saya rugikan bahkan lecehkan," tambahnya.

Dalam klarifikasinya, pembuat konten tersebut juga menyatakan kejadian itu menjadi teguran baginya. Ia berjanji tidak kembali membuat konten dengan konsep serupa.

"Saya juga berkomitmen untuk tidak mengulangi konsep konten seperti itu ke depannya," ujarnya.

"Sekali lagi, saya dengan sadar dan tulus memohon maaf kepada kakak dan semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," tandasnya.

Baca Juga: Banjir bandang terjang Solok, kawasan kantor Bupati penuh lumpur hingga kayu

Sementara itu, Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Tunjungan tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ajakan orang tidak dikenal yang berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan atau pelecehan seksual di ruang publik.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X