Viral dugaan pelecehan berkedok konten boneka di Surabaya, korban akhirnya speak up lewat medsos

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 23 September 2026 | 02:42 WIB
Ilustrasi - menyoroti viralnya kasus dugaan pelecehan dengan modus ajakan main konten boneka di Surabaya, Jawa Timur (Unsplash.com/Luwadlin Bosman)
Ilustrasi - menyoroti viralnya kasus dugaan pelecehan dengan modus ajakan main konten boneka di Surabaya, Jawa Timur (Unsplash.com/Luwadlin Bosman)

"(Lalu mengatakan) 'Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," sambungnya.

Baca Juga: Razia gabungan Lapas Subang, narkoba dan HP nihil, 119 orang negatif tes urine

AS mengaku sempat menolak ajakan tersebut. Namun, temannya merasa tidak enak hati dan akhirnya menyetujui ajakan membuat konten itu.

AS kemudian mengaku berusaha mencegah temannya. Namun, dirinya justru ikut ditarik masuk ke dalam frame kamera.

Diminta pegang ekor boneka

Menurut penuturan AS, instruksi yang diberikan saat proses perekaman kemudian membuat dirinya merasa tidak nyaman.

Dalam proses pembuatan video, mereka diberi boneka dan diminta melakukan sejumlah gerakan. Salah satunya memegang bagian ekor boneka.

Baca Juga: 179 PNS Subang purna tugas, Kang Rey tegaskan jabatan berakhir, pengabdian tak boleh berhenti

"Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," beber AS.

AS kemudian menceritakan pengalamannya melalui media sosial Threads.

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian dan memunculkan pengakuan dari sejumlah perempuan lain yang mengaku mengalami perlakuan serupa.

Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut kemudian menjadi perhatian hingga akhirnya Polrestabes Surabaya turun tangan melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Ramai unggahan warga Kalsel keluhkan kabut asap karhutla makin tebal: Sudah berbulan-bulan hirup asap setiap hari

Pembuat konten boneka muncul dan minta maaf

Di tengah penyelidikan polisi, kreator konten yang disebut berada di balik pembuatan video boneka tersebut akhirnya memberikan klarifikasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X