Keluarga awak kapal yang ikut dalam perjalanan bersama lima jurnalis tersebut turut hadir dalam kegiatan itu.
Suasana haru terlihat ketika sejumlah anggota keluarga menahan kesedihan hingga meneteskan air mata.
Ketua RT setempat, Adhari, mengatakan kegiatan doa bersama tersebut pada awalnya tidak direncanakan sebagai kegiatan besar.
Warga secara spontan berinisiatif datang setelah mengetahui proses pencarian terhadap Arupadhatu 1 masih berlangsung.
"Tadinya untuk pihak keluarga saja, tetapi ternyata simpatisan masyarakat yang ingin berdoa di sini cukup banyak," kata Adhari di lokasi.
Adhari mengatakan warga masih berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kami sebagai warga, sebagai saudara, sebagai teman, mudah-mudahan keluarga kami yang terkena musibah di Gunung Krakatau kemarin cepat kembali dengan selamat," tandas Adhari.***
Artikel Terkait
Viral warga Bandar Lampung bagikan kondisi rumahnya yang diselimuti abu vulkanik Gunung Anak Krakatau: Kayak enggak ditempati puluhan tahun
Sempat ditutup imbas abu Anak Krakatau, ini daftar 10 bandara yang kembali resmi beroperasi
Sudah berada di Selat Sunda sehari sebelum erupsi, pemancing ini bagikan situasi detik-detik Gunung Anak Krakatau muntahkan lava pijar
Pencarian hari kedua 5 jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, tim SAR perluas area penyisiran
Kronologi 5 jurnalis hilang kontak di Perairan Selat Sunda, bermula saat berangkat naik speedboat
Anak Krakatau bergeliat, sirine peringatan tsunami kini disebar di wilayah pesisir Banten
Hari ke-5 pencarian, 5 jurnalis belum ditemukan usai hilang kontak saat liputan aktivitas Anak Krakatau