Juru Bicara Pemkab Aceh Tengah memastikan material longsor di lokasi tersebut telah dibersihkan sehingga jalan sudah dapat dilalui kembali pada Senin pagi.
Baca Juga: Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Namun, gangguan akses masih terjadi di titik lainnya, yakni Jalan Pepalang-Berawang Gading sekitar Kampung Kuyun.
Di lokasi tersebut, material longsor sempat menutup badan jalan sekaligus merusak Jembatan Armco. Kondisi tersebut menyebabkan akses di kawasan tersebut lumpuh.
"Longsoran sudah dapat dibersihkan namun jembatan belum dapat dilakukan perbaikan malam ini. Saat ini sedang diupayakan jembatan darurat," tandas Mustafa.
Kerusakan jembatan membuat penanganan di lokasi tidak hanya berfokus pada pembersihan material longsor, tetapi juga pada upaya memulihkan akses masyarakat.
Baca Juga: Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
Pemerintah daerah masih melakukan penanganan terhadap dampak bencana di sejumlah titik yang terdampak.
Hingga Senin, 14 September 2026, penanganan korban serta dampak longsor di Aceh Tengah masih dilakukan.
Pembersihan material longsor dan upaya penyediaan akses sementara menjadi bagian dari penanganan agar mobilitas warga dapat kembali berjalan.***
Artikel Terkait
Bencana 1 malam di Majalengka: Longsor tutup jalur provinsi, 65 rumah terendam banjir di 6 kecamatan
Bocah di Aceh tengah menangis, sekolah tertimbun lumpur pasca banjir dan longsor
5 Bulan pascabencana, warga Aceh Utara masih bertaruh nyawa seberangi sungai tanpa jembatan
Dua wisatawan terseret longsor di Curug Cileat Subang, pencarian dihentikan karena hujan, korban belum ditemukan
Kronologi mencekam longsor Curug Cileat Subang: Dua wisatawan Karawang hilang terseret saat mendaki
Tragedi tambang emas Sijunjung Sumbar: 9 Penambang tewas tertimbun longsor, aktivitas diduga ilegal
Kisah pilu guru SDN 1 Bebesen Aceh saat rumahnya dilalap api hingga merembet ke rumah tetangga