5 Bulan pascabencana, warga Aceh Utara masih bertaruh nyawa seberangi sungai tanpa jembatan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB
Warga Sawangan, Aceh Utara bagikan kondisi sehari-sehari seberang sungai pascabencana (Instagram/rully_xabian)
Warga Sawangan, Aceh Utara bagikan kondisi sehari-sehari seberang sungai pascabencana (Instagram/rully_xabian)

GENMILENIAL.ID - Kondisi memprihatinkan masih dialami warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara, lima bulan setelah bencana yang terjadi pada November 2025.

Hingga kini, akses jalan belum sepenuhnya pulih, memaksa warga mempertaruhkan nyawa setiap hari demi bisa beraktivitas.

Situasi ini viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan warga harus menyeberangi Sungai Sawang dengan cara yang sangat berisiko.

Dalam unggahan akun Instagram @rully_xabian, warga terlihat berjibaku melawan arus deras hanya untuk mencapai seberang.

Baca Juga: Menu MBG daging sapi alot disebut ‘daging karet’, kualitas makanan anak disorot

“Lokasi kami di Sawang, Aceh Utara. Tolong langsung datang dan berikan kami solusi. Ini sudah darurat, hampir setiap hari ada korban yang terjatuh ke dalam sungai,” tulis keterangan dalam video tersebut, dikutip Sabtu, 18 April 2026.

Sehari-hari gunakan rakit sederhana

Dalam video yang beredar, warga tampak menggunakan rakit sederhana, bahkan ban yang ditarik secara manual untuk menyeberang.

Tidak sedikit dari mereka yang melakukannya tanpa alat keselamatan seperti pelampung.

Kondisi ini menjadi satu-satunya pilihan karena jembatan dan akses jalan belum juga diperbaiki sejak bencana melanda.

Baca Juga: Suara perempuan Subang menggema di Jawa Barat, panggung budaya jadi ajang pembuktian

Rakit tersebut bahkan digunakan untuk mengangkut sepeda motor, menunjukkan betapa pentingnya jalur penyeberangan ini bagi aktivitas harian warga.

“5 bulan pascabencana Aceh, kami masih berjuang dengan jembatan dan akses jalan. Katanya Aceh hampir 100 persen, tapi fakta di lapangan jauh dari kata pulih,” tulisnya.

Selain menggunakan rakit, sebagian warga bahkan harus berjalan langsung menembus aliran sungai untuk mencapai tujuan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X