Akun tersebut menjelaskan alasan tempat tersebut dinilai sesuai untuk melakukan konferensi pers atau komunikasi dengan media.
“Berhenti di tempat yang hening dengan sinyal WiFi yang cukup stabil untuk dapat fokus menyampaikan berita kepada rekan media karena memiliki pengalaman jika berada di lokasi bencana atau perjalanan konferensi pers atau zoom akan sulit dilakukan,” tulisnya, dikutip pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Akun tersebut juga menjelaskan kondisi Labuan Bajo yang menjadi salah satu lokasi posko operasi BNPB.
Baca Juga: ESAI: Manusia, modern yang kehilangan prinsip tartil
“Labuan Bajo pada saat ini salah satu lokasi posko operasi BNPB, sebagai titik akses penerimaan dan distribusi logistik pada wilayah Flores bagian barat,” terangnya.
Dengan demikian, keberadaan pejabat BNPB di luar lokasi posko ketika melakukan wawancara tersebut dijelaskan berkaitan dengan kebutuhan tempat yang lebih tenang dan jaringan WiFi yang cukup stabil untuk mendukung komunikasi dengan media.
Sementara itu, Berton telah menjelaskan bahwa wawancara tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas komunikasi publik untuk menyampaikan perkembangan penanganan gempa NTT.
Wawancara berlangsung pada malam hari dari sebuah rumah makan yang berada tidak jauh dari Bandara Labuan Bajo.***
Artikel Terkait
Hingga akhir 2025, BNPB salurkan Dana Tunggu Hunian Rp8,7 miliar ke 4.838 rekening warga terdampak bencana
Gempa NTT: 38 Orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka
DPR prioritaskan keselamatan warga NTT, Dasco dorong evakuasi hingga pemulihan fasilitas
Sama-sama jadi korban gempa NTT, pemilik toko ini gratiskan susu hingga popok bayi untuk warga: Melayani yang membutuhkan
Momen haru warga Sumbar siapkan 5 ton rendang buat korban gempa NTT: Dulu kami dibantu, kini giliran kita
Tertimbun reruntuhan gempa NTT, nenek 84 tahun ditemukan selamat meski tak makan-minum selama 4 hari
Kisah pilu anak 2 tahun dikabarkan meninggal dunia usai bertahan melawan dingin di posko pengungsian gempa NTT