Jejak bencana karhutla di kawasan Gunung Geulis Sukabumi: 4 Hektare lahan sampai gosong dilalap api

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Menyoroti fakta di balik insiden karhutla yang dilaporkan melanda kawasan Gunung Geulis, Sukabumi, Jawa Barat (Instagram.com/@folksmi)
Menyoroti fakta di balik insiden karhutla yang dilaporkan melanda kawasan Gunung Geulis, Sukabumi, Jawa Barat (Instagram.com/@folksmi)

Baca Juga: Skandal asusila yang diduga libatkan pegawai ASN Pemprov Sumbar mendadak viral di medsos, gimana awalnya?

Kebakaran membuat area ladang warga dan hutan bambu di kawasan Gunung Geulis terdampak. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare.

Tim gabungan berjibaku padamkan api

Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur.

P2BK Pabuaran bersama Damkar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, Forkopimcam, serta warga setempat turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas. Penanganan juga menjadi perhatian karena api dilaporkan sempat mendekati kawasan permukiman warga.

Baca Juga: Diduga gegara 'telolet', rombongan bus pariwisata Anyer alami laka beruntun di Tol Tangerang-Merak

Dalam proses tersebut, petugas berfokus mencegah rambatan api agar tidak mencapai rumah-rumah penduduk.

Kondisi vegetasi bambu dan lahan yang mengering menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian kebakaran.

Keterlibatan warga juga dilakukan dalam upaya membantu petugas menangani kobaran api di kawasan Gunung Geulis.

Diduga cepat merambat karena vegetasi bambu

Yogi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Baca Juga: ESAI: Manusia, modern yang kehilangan prinsip tartil

Menurut dia, api dapat menyebar dengan cepat karena lokasi kebakaran memiliki banyak vegetasi bambu.

Kondisi lahan yang mengering turut disebut menjadi faktor yang membuat kobaran api lebih mudah merambat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X