Dua hari Taman Nasional Way Kambas terbakar, petugas ungkap kendala akses dan sumber air

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:51 WIB
Petugas pemadam kebakaran masih berjuang padamkan api di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (TikTok/karimaaiaaaa - Instagram/btn_waykambas)
Petugas pemadam kebakaran masih berjuang padamkan api di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur (TikTok/karimaaiaaaa - Instagram/btn_waykambas)

“Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus jalan kaki,” ungkap Zaidi.

Selain akses, angin kencang juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas dalam menangani kebakaran.

Baca Juga: KAMMI tolak provokasi yang berpotensi pecah belah bangsa, sikapi rencana aksi 27 Agustus

Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian api membutuhkan penanganan lebih intensif.

Karakteristik lahan yang bergambut juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran tidak hanya menghadapi api yang terlihat, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap karakteristik area yang terbakar.

“Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” terang Zaidi.

Baca Juga: Bocah 7 tahun di Dairi Sumut diduga jadi korban penyiksaan sang bibi, wajah hingga kaki penuh luka

Petugas terus berupaya kendalikan api

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas bersama sejumlah pihak terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar kebakaran tidak meluas.

“Tapi kami bersama seluruh pihak terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar kebakaran tidak meluas,” lanjutnya.

Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, proses penanganan kebakaran masih berlangsung.

Petugas masih berada di lapangan untuk melakukan pemadaman sekaligus mengendalikan titik api di kawasan Resort Kuala Penet.

Baca Juga: KPK bongkar temuan pungutan biaya selangit di luar UKT dan IPI jalur mandiri Unsoed: Ini yang memberatkan orang tua mahasiswa

Luas lahan terbakar masih didata

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X